Seputar Pendidikan

Unair Pulihkan Trauma Keluarga Korban

 

SURABAYA – Insiden teror bom yang terjadi pada 3 Gereja di Surabaya telah memakan banyak korban jiwa. Baik dari jemaah gereja, polisi pengaman, dan bahkan ada korban yang masih anak-anak.

Dari kejadian itu banyak kerugian yang ditimbulkan, mulai rasa trauma yang dirasakan oleh kelurga korban, kecemasan yang terjadi di tengah masyarakat, hingga citra Kota Surabaya yang semula sebagai kota yang nyaman dan aman untuk ditinggali berubah menjadi kota yang rawan teror.

Menanggapi hal itu, civitas Universitas Airlangga (Unair) melakukan beberapa tindakan. Di antaranya, untuk menolong keluarga korban yang trauma dengan insiden teror bom, UNAIR melalui Fakultas Psikologi telah melakukan Trauma Healing.

Puluhan dosen di lingkungan Fakultas Psikologi telah dilibatkan untuk melakukan Trauma Healing bagi keluarga korban. Untuk sementara, pasca kejadian, pihak ahli dari Fakultas Psikologi langsung tanggap untuk melakukan Trauma Healing bagi keluarga korban.

Layanan Trauma Healing untuk keluarga korban teror yang dilakukan oleh civitas UNAIR bertempat di RS Bhayangkara dan juga “on call” (melalui panggilan, red).

“Tidak hanya itu, Unair mengimbau agar Trauma Healing juga dilakukan di gereja-gereja yang terdampak. Selanjutnya, mengenai cara untuk mengembalikan situasi Kota Surabaya yang aman dan kondusif,” kata Rektor Unair Prof. Mohammad Nasih, Senin (14/5/2018).

Unair telah memberikan instruksi kepada para civitas untuk melakukan beberapa kajian untuk kemudian diapliksikan . Rektor juga menegaskan dan mengajak seluruh elemen agar menjadi garda terdepan dalam menciptakan situasi kota yang aman dan nyaman untuk ditinggali. (ayi)

About the author

admin

Leave a Comment