Seputar Pendidikan

Rektor Unair: Dita Bukan Alumni

unair teroris
Written by admin

unair teroris 1

SURABAYA – Universitas Airlangga (Unair) angkat bicara terkait informasi yang menyebut bahwa pelaku aksi terror bom di 3 gereja di Surabaya merupakan alumni. Rektor Unair Prof Mohammad Nasih menyebut bahwa Dita Oepriarto sempat tercatat sebagai mahasiswa namun tidak sampai lulus alias drop out (DO).

“Benar bahwa pelaku teror atas nama Dita Oepriarto terdaftar dan kuliah di Fakultas Ekonomi Unair dengan NIM 049114141P. Yang bersangkutan pernah terdaftar sebagai mahasiswa Diploma 3 Program Studi Manajemen Pemasaran. Bukan D3 Akuntansi. Yang bersangkutan tidak lulus alias DO dari program tersebut dan hanya menempuh 47 sks dengan IPK 1,47,” kata nasih, Senin (14/5/2018).

Menurut Nasih, yang bersangkutan juga tidak pernah aktif di kegiatan organisasi mahasiswa, baik di Senat Mahasiswa maupun Unit Kegiatan Mahasiswa termasuk Kelompok Kajian di Masjid Kampus. “ Jadi, sangat tidak relevan jika publik mengkaitkan perilaku teror bom Surabaya dengan institusi Universitas Airlangga,” tandas Nasih.

Sebelumnya, rektor dan sivitas Unair mengutuk terorisme. Pengeboman di sejumlah gereja di Surabaya Minggu pagi (13/5/2018) menimbulkan keresahan di masyarakat. Salah satu lokasi pengeboman terdekat dengan kampus Unair adalah Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela yang terletak di Ngagel, Gubeng, Surabaya.

Terkait aksi terorisme itu, Rektor Mohamad Nasih mengutuk keras segala bentuk tindakan teror dan kekerasan yang mengatasnamakan agama. Rektor juga mengimbau kepada seluruh sivitas dan masyarakat agar tidak terpecahbelah dan melawan segala aksi terorisme.
“Kami mengutuk keras pelaku dan aktor intelektual aksi teror pengeboman gereja di Surabaya yang merupakan tindakan biadab dan tidak berperikemanusiaan. Mengutuk keras serta tidak dapat membenarkan penggunaan atribut serta term agama dalam aksi teror. Tidak ada satupun agama membenarkan aksi terror,” tegas Nasih sebelumnya.

Nasih mengajak semua bersatu padu, tidak terpecahbelah, serta bergotong royong melawan dan mencegah terorisme serta mendukung penuh upaya aparat untuk memberantas terorisme hingga ke akar dan penyebabnya. “Warga kampus Unair bersatu melawan terorisme, radikalisme, dan segala tindakan dan aksi anti agama dan anti kemanusiaan,” pungkas Nasih. (ano)

About the author

admin

Leave a Comment