Seputar Pendidikan

Mahasiswa UK Petra Kuatkan Program Hutan Mangrove Terlengkap di Dunia

Mahasiswa_Melakukan_Urban_Farming2
Written by admin

 

SURABAYA – Mahasiswa Universitas Kristen (UK) Surabaya ikut menguatkan program perluasan hutan mangrove terluas skala Asia di Surabaya. Partisipasi ini akan mempercepat upaya Pemkot Surabaya bahkan Pemerintah Indonesia mewujudkan hutan mangrove dengan jenis terlengkap di dunia.

Salah satu upaya UK Petra melalui Badan Eksekutif mahasiswa (BEM) adalah memberikan solusi dengan menggelar kegiatan urban farming dan reboisasi. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini telah dilaksanakan p di Mangrove Information Center (MIC) Wonorejo Rungkut dengan tema Heal the World.

Ada 75 orang mahasiswa UK Petra dari berbagai Program dan Program Studi yang ada di UK Petra. “Sengaja kami memilih tema ini agar mengingatkan kembali bahwa kita sebagai manusia yang menghuni bumi ini harus berperan aktif dalam menyembuhkan bumi yang makin lama makin kekurangan area hijaunya. Sebagai mahasiswa, harus juga peduli lingkungan dan ikut membawa andil dalam membawa perubahan demi penyembuhan bumi,” ungkap Velisa Yulian selaku ketua panitia, Selasa (15/5/2018).

Apa itu urban farming dan reboisasi? Urban farming adalah konsep memindahkan pertanian konvensional ke pertanian perkotaan, yang berbeda ada pada pelaku dan media tanamnya. Jadi urban farming lebih berorientasi pada karakter pelakunya yaitu masyarakat urban sehingga nantinya diharapkan semakin tinggi kesadaran masyarakat urban dalam menjalani gaya hidup sehat. Sedangkan reboisasi adalah penanaman kembali hutan yang telah ditebang (tandus,gundul). Hal ini berguna untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia dengan cara menyerap polusi dan debu dari udara, membangun kembali habitat dan ekosistem alam serta mencegah pemanasan global.

Seluruh mahasiswa yang telah mendaftar ini akan mengikuti kegiatan selama satu hari penuh di belakang sentra kuliner Mangrove. Awalnya mereka akan mendapatkan penjelasan terlebih dahulu tentang pentingnya kesadaran cinta lingkungan dan penghijauan kota. Kemudian dilanjutkan dengan cara menanam yang baik.

“Dalam urban farming, para mahasiswa ini akan praktek langsung menanam tanaman hias menggunakan media botol mineral bekas. Hal ini sekaligus untuk mengurangi limbah botol yang sulit terurai oleh alam,” urai Velisa.

Saat ini, tak banyak mahasiswa paham mengenai metode reboisasi ini. Penyuluhan akan dilakukan terlebih dahulu kepada para mahasiswa untuk kemudian mereka melakukan aksi menanam bibit tanaman mangrove.

Sementara itu,  Kepala Dinas Pertanian Surabaya yang membawahi MIC, Joestamadji, mengatakan bahwa Surabaya satu-satunya kota di dunia yang akan memiliki Pusat Mangrove Internasional dengan 140an jenis mangrove, terlengkap di dunia. “Pusat Mangrove Internasional ini akan memiliki luas 200 hektare di wilayah Gunung Anyar, Medokan Tambak, Wonorejo, dan Keputih. Luas lahan masih kurang dan akan didapatkan pemkot dengan cara membebaskan lahan warga,” terang Joestamadji.

Pria asal Kebumen Jawa Tengah ini menandaskan bahwa areal yang ditanami banyak pihak, termasuk mahasiswa menjadi bagian 200 hektare. “Jadi bisa disebut mahasiswa UK Petra ini ikut merintis pendirian Pusat Mangrove Internasional. Kami sangat mengapresiasi,” kata Joestamadji. (ayi)

About the author

admin

Leave a Comment